Media yang Sehat Mendorong Otonomi Daerah yang Sehat
Padang, Agustus (Haluan)
‘Media yang Sehat Mendorong Otonomi Daerah yang Sehat’. Tema itu diangkat Indonesia Media Law and Policy Centre (IMLPC) dan Research Triangle Institute (RTI) dalam sebuah seminar guna memperkenalkan dan memberikan pemahaman kepada birokrat pemerintah daerah tentang mekanisme kerja media massa.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program USAID-LGSP (Local Governance Support Program) yang dilaksanakan pada 60 kabupaten/kota dari 7 provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur serta Sulawesi Selatan,” ujar Program Manager IMLPC Dyah Aryani P, seperti diungkapnya dalam siaran pers kepada Haluan, Senin (28/8).
Pada seminar yang akan digelar tanggal 31 Agustus 2006 itu, ‘dokter pers’ dari IMLPC akan memberikan kiat-kiat jitu kepada birokrat sebagai pejabat publik dalam berhadapan dengan media, agar kesalahan atau kekeliruan pemberitaan tidak terjadi. Kalaupun terjadi, para birokrat akan diberikan ‘resep’ penyelesaian melalui mekanisme hak jawab atau hak koreksi.
“Sedangkan untuk institusi pers, ‘dokter pers’ dari IMLPC akan memberikan ‘resep’ ampuh bagaimana berhadapan dengan birokrat jika mereka (birokrat) melayangkan gugatan atau keberatan atas kesalahan atau kekeliruan pemberitaan yang dilakukan institusi pers,” ujar Dyah.
Beberapa tokoh dijadwalkan menjadi narasumber pada kegiatan tersebut, yaitu Gamawan Fauzi (Gubernur Sumbar), Leo Batubara (anggota Dewan Pers), Irwan Setyawan (Pemred Indo Pos), Indra J Piliang (Peneliti CSIS), Zenwen Pador (Forum Peduli Sumbar), Bambang Hermanto (Kabid Humas Polda Sumbar) dan Sutan Zaili Asril (PU Padang Ekspress).
“Gubernur Sumbar akan berbagi langsung dengan peserta seminar tentang pengalamannya secara pribadi maupun sebagai pejabat publik (saat menjabat Bupati Solok) yang pernah diberitakan secara keliru oleh media massa, serta kiat-kiatnya berhadapan dengan pers dalam kaitan fungsi pejabat publik memberikan layanan publik dan fungsi media sebagai alat kontrol,” kata Dyah.
(nov)
1 Komentar »
-
Terkini
- Poster APBD Padang Panjang
- Tugas kelompok III angkatan II
- ALumni Angkatan I-IV
- Teknik Wawancara
- Sembilan Elemen Jurnalisme Bill Kovach
- Press, Today Challenge, and the Future
- Berita dan Seni Menulis Berita
- PROYEK AMBURADUL
- Media yang Sehat Mendorong Otonomi Daerah yang Sehat
- Dugaan Korupsi di RSAM Bukittinggi
-
Tautan
-
Arsip
- Desember 2006 (1)
- September 2006 (9)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
Jelas, secara media sebagai salah satu pilar demokrasi. No doubt about it. Hanya saja, “kuatnya” kearah mana, sebagai kontrol demokrasi kah? atau “pemain?’ Yang jelas salah satu ajaran yang saya ingat, jangan terima amplop!