suara alumni lgsp

upaya jurnalis sumbar menunjang good governance

Tugas kelompok III angkatan II

Padang, Lgsp
Guna meningkatkan peran pers dalam mendukung terciptanya tata pemerintahan yang baik (good governance), sekaligus meningkatkan profesionalitas wartawan, Local Governance Support Program (LGSP) Kantor Regional Sumatera Barat menggelar Workshop Jurnalistik I (Angkatan II) yang dipusatkan, di Balai Diklat BRI Limau Manih Padang.

LGSP Sumatera Barat menggelar Workshop Jurnalistik I selama 3 hari sejak 24 Agustus lalu di Balai Diklat BRI Limau Manih Padang. Menurut Ahmad Yundra, fasilitator LGSP, workhop ini melibatkan wartawan Sumatera Barat. Tujuannya meningkatkan profesionalisme mereka.

Workshop yang di selenggarakan dari tanggal 24 s/d 26 Agustus itu diikuti 30 wartawan daerah dari berbagai media cetak dan eletronik yang masuk wilayah kerja LGSP Kantor Regional Sumatera Barat, bertujuan untuk meningkatkan professional insan pers yang bekerja di berbagai daerah

Fasilisator workshop Jurnalistik I (angkatan II) ujar Ahmad Yundra.SH dari LGSP kepada sejumlah wartawan di tengah penyelenggaraan workshop jurnalistik mengatakan, Workshop Jurnalistik bagi kalangan wartawan di selenggarakan sebagai bagian program kerja LGSP khususnya dalam rangka menunjang kemampan wartawan dalam melaksanakn tugas jurnalistik.
Dikatakan wartawan daerah sebagai sasaran program pembangunan LGSP Regional Sumatera Barat dalam penyelenggaraan kegiatan kepemerintahan selama ini di tempatkan selaku mitra kerja dari pemerintah daerah karenanya perlu perbaikan konstribusi para wartawan melalui pendekatan SDM mereka untuk percepatan pembangunan yang good governance.dengan tidak mengabaikan penajaman kemampuan fungsi control mereka di daerah.

Menurut Ahmad Yundra, selama workshop berlangsung, peserta akan menerima beberapa materi tentang peran dan fungsi pers dalam mencari, menggali dan memberikan informasi kepada masyarakat guna mendukung terciptanya “Good Governance”.dengan menghadirkan berbagai nara sumber yang berasal dari berbagai praktisi pers di Sumatera Barat, diantaranya Eri Satri, Sutan Zailil Asril, Darlis Syofyan dan lainnya.

Untuk memudahkan peserta memahami materi dan peningkatan kemampuan mengunakan perangkat kerja jurnalistik panitia menyediakan berbagai sarana penunjang, diantaranya computer , block note, kasus jurnalistik , ATK serta puluhan materi makalah

Sementara itu Eri Satri, tokoh pers Sumatera Barat sekaligus pimpinan Perusahaan Harian Independen yang di tunjuk sebagai nara sumber di hadapan wartawan peserta work shop dalam penyampaian materinya menekankan dalam beberapa temuan dan hasil kerja jurnalistik terlihat masih menghadapi berbagai kendala.

Kendala utama yang dimiliki insane pers daerah adalah kurangnya pemahaman dan penguasaan bidang kejurnalistikan wartawan yang jadi pilihan profesi mereka, terutama dalam teknik menulis berita dan berwawancara, di samping minusnya literature yang mereka miliki dalam menyikapi suatu persoalan.

Dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, Eri Satri menyiratkan juga rasa optimisnya dunia pers ke depan bakal memegang peranan yang amat besar dalam pembangunan, untuk itu ia berharap pihal LGSP terus meningkatkan kepedulianya atas keberadaan wartawan daerah, dengan membuat strategi pembinaan tersendiri.

Joni Aulia salah seorang peserta workshop jurnalistik dari tabloid kampus ternama di kota Padang ketika diminta pendapatnya tentang penyelenggaraan workshop jurnalistik dan materi yang di sajikan oleh para tokoh Pers Sumatera tidak dapat menutupi kegembiraan dan rasa syukurnya atas keikut sertaanya dalam workshop di maksud.

Tidak dipungkiri selama ini ia dan beberapa wartawan daerah belum memeliki kemampuan dasar jurnalistik, akibatnya ia sering terpeleset menggunakan kaedah bahasa yang kurang baik, padahal medianya berada dan beredar di lingkungan kampus.

Itu baru dari sisi pengunaan kaedah bahasa tukuknya, belum kemampuan jurnalistik lain, baik itu teknik menulis berita, berwawancara , Padahal kemampuan seperti itu sudah harus di pahami dan dikuasai wartawan.

“Wartawan daerah beranggapan mereka telah menjalankan tugas jurnalistik secara baik padahal mereka sering jatuh pada persoalan mendasar dalam menulis sebuah berita seperti kaedah penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar,” jelasnya.

Sementara salah seorang peserta Workshop Jurnalistik, Jhoni Aulia saat diminta tanggapannya mengaku bangga bisa mengikuti kegiatan ini sebab pelatihan merupakan cara cerdas meningkatkan kemampuan individu terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

“Sebagai pilar keempat demokrasi, pers berperan penting dalam mewujudkan terciptanya tata pemerintahan yang baik “Good Governance”, makanya insan pers mesti terus meningkatkan kemampuan dan kapasitasnya setiap saat. Disamping itu pelaksanaan kegiatan tidak selesai hingga disini, namun justru berkelanjutan,” ungkapnya mengakhiri. (k3)

September 29, 2006 Ditulis oleh lgsp | tugas peserta | | Belum Ada Tanggapan

PROYEK AMBURADUL

September 26, 2006 Ditulis oleh lgsp | tugas peserta | | Belum Ada Tanggapan